Travelling with baby in tow

Trip ke Aceh sewaktu saya hamil 7 bulan itu jadi trip terakhir sewaktu  hamil. Saya harus let go tiket saya ke Ternate karna sudah gak boleh terbang lagi di atas 32 minggu. Tanggal 30 juni my baby girl was born dan setelah 1.5 bulan hybernate di rumah, saya mulai gatel pengen jalan-jalan. Ketika tahu suami ada biz trip ke Bali langsung deh saya nagging berhai-hari buat ngintil dan angkut anak+bayi. Mungkin suami lelah sama saya yg persistently nagging jadi di iyain hahaha. So babycha flew her first flight to Bali  when she was 2 months old. Challenging? Yes Tiring? Of course. But I have no complain, I love to travel and as long as I’m happy nothing matters.

Babycha’s first flight (2 months old)

IMG_7157

Second Flight when 3 months old:

IMG_8129

 

Bawaan kalau travelling bawa baby of course banyak. Jd kalau bisa pergi naik airlines yg convinient aja, ticket sudah include bagasi.

Karena banyak yg suka nanya ke saya minta tips kalau mau travelling bawa bayi akhirnya mending saya tulis di article aja 🙂 Here we go…

My Packing list:

Tas yang di bawa masuk ke pesawat

– Earmuff : Dipakai di pesawat biar gak keganggu sama bunyi bising mesin pesawat dan suara tangisan bayi2 lain. Tahu kan bunyi tangisan bayi itu menular. Earmuff gak cuma kepakai di pesawat. Kalau kita pergi makan diluar dan bayi ketiduran, kita pakein earmuff biar tidurnya enak dan gak kebangun kalau tahu2 ada suara kencang. Baby needs her sleep and we have to maintain her routine (meal and sleeping time) stable during travelling

– Pacifier/empeng (Not all babies take pacifier. For me it is a lifesaver. Fabio didnt need a pacifier but Babycha loves her pacifier). Kalau pesawat take off dan landing baby dipakein pacifier dan earmuff untuk mengurangi tekanan udara. So far it always works for Babycha unless waktu dia naik pesawat pas lagi pilek.

– Bibs dan kain muslin (buat lap gumoh dan kalo mau makan babynya)
– Nursing apron
-Wet tissue
– Popok dispo
– Nappy cream
– Kapas basah di dlm lock n lock
– Satu set baju ganti
– Selimut kecil (buat dipake pas jalan2, baik di car seat/stroller/pesawat/gendongan kalau angin kencang or udara/ac terlalu dingin)
– Topi
– Asip dlm botol susu (just in case susah kalo nyusuin lsg)
– Alas buat ganti popok
– Carrier (karna turun dr pesawat strollernya baru ada lagi pas ambil bagasi)
– Kantong platik utk buang popok dispo

Other stuff yg masuk ke luggage:

– Stroller/Pram (Perhatikan destinasinya… bakalan banyak jalan di mall atau off road. Stroller yg dipakai orang Indo biasanya rodanya kecil dan cuma cocok buat dipakai di jalanan rata seperti Mall. Kalau bakalan banyak outdoor activity pilih stroller yg rodanya besar dan sturdy buat dipakai di jalanan dan bisa di pakai ke jalanan yg sesekali offroad. Lebih bagus lagi kalau ada space untuk naro tas. Karena perintilan bayi kan banyak. Capek kalau seharian harus di tenteng itu tas): Selama ini I have no complain pakai Quinny Zapp xtra-2 kemana-mana. Tapi habis trip ke OZ kemarin saya kepikiran kalau ada trip ke luar negri lagi mau pakai stroller yang punya space lebih besar utk naro bawaan.

-Car Seat (Bisa di sewa di destination). Saya pakai maxie cosie yg bisa di tenteng, handy banget utk bayi  < 9 months. Bayi kan suka ketiduran di car seat, kalau pas kita pergi ke restoran dan dia masih tidur tinggal di tenteng bersama car seatnya

 

– Kursi lipat utk mandi atau bak ducky yg bisa ditiup : berguna karna gak semua hotel ada bathtubnya dan kalau baby<6m kan blm bisa duduk tegak. Kalau ada bathtub n baby udh bisa duduk gak perlu

 

– popok dispo
– Sabun, shampo, minyak telon (baby suka masuk angin kalo jalan2), nappy cream
– Baju renang dan ban renangnya
– Baby sunglasses
– Baju tidur
– Bbrp Cardigan dan bbrp legging or kaos kaki (kepake kalau jalan ke pantai berangin or resto yg dingin)
– Baju : (bring more, jangan ngepas karna bayi suka gumoh or muntah. For my case, babycha itu reflux jd dia gampang sekali gumoh dan muntah) dan paling hobi muntah di baju saya
– Kain muslin extra: Ini berguna banget dan karna tipis, dia cepat kering. Malamnya di cuci danndi jemur di kamar mandi. Besoknya sudah kering

– Pompa asi, kantong asip, cooler box, blue ice dan botol susu : buat yg masih mompa kalau malam pas baby tidur

 

Buat bayi yg sudah makan (< 1 year)

Walau saya idealis kalau dirumah bahwa makanan bayi saya harus homemade, kalau sudah travelling ke luar kota/negri saya beli makanan instan merk heinz, gerber sam rafferty.

Tricknya agar bayi mau makan makanan instantnya merk luar negri ini, sehari2pun mereka harus di expose dengan berbagai makanan. Jd jangan setiap hari makan nya bubur nasi/nasi tim trus kita berharap pas travelling dia mau makan heinz yg isinya creamy chicken potato and veggie.

Babycha setiap hari menunya beda2 dan untuk carbsnya saya alternate beras merah, potato, sweet potato, quinoa, oatmeal, butternut squash and pumpkin. Karena sudah terbiasa dengan menu beragam di rumah, babycha gak kesulitan makan saat travelling.

 

Yg paling penting jadwal makan bayi jangan sampai telat karna mereka akan cranky.

Peralatan makan yg selalu saya bawa di tas:

  • Mangkok yg ada tutupnya (saya pakai mothercare)
  • Sendok (I love tomtip yg ada heat sensornya)
  • Straw bottle atau sippy cup
  • Makanan instant at least 3 jar
  • Cooler box kecil + blue ice (I use Medela). Makanan instant ini kalau sudah dibuka harus di taro di kulkas dan cuma tahan sampai 48 jam. Kalau makannya biasanya tidak habis, saya tuangin jarnya ke mangkok. Kemudian jar saya tutup rapat dan taro di kulkas+cooler box

 

Sekarang makanan instantnya yg mana?

Nah ini trial error untuk tahu baby suka yg mana. Kalau udh nemu yg suka saya selalu beli beberapa. Tp tetap beli berbagai rasa biar babycha cobain semua.

Kalau sarapan pagi saya kasih babycha oat instant yg tinggal dikasih air panas. Her fave: heinz blueberry oat Untuk lunch dan dinner: babycha suka heinz, gerber dan rafferty yg creamy. Dia gak terlalu suka yg tomato based Untuk snack: Babycha suka banget sama heinz custard banana atau strawberry+banana. Kadang saya kasih heinz yg fruit gel buat variasi atau yg pure fruit aja.

 

By 8 months jam terbang Babycha sudah tinggi. Dia sudah pergi ke Bali 3x, Lombok, Semarang dan terakhir ke Perth. Gak semua holiday sih… Ada 2 trip yg sebenarnya business trip tapi karna masih menyusui saya boyong babycha dan Nannynya. Kalau holiday, Nanny saya tinggal dirumah biar bisa quality time hanya dengan suami dan anak2.

 

Jadi…. Doable kok travelling bawa baby. Yang penting mindsetnya harus positive dan happy bahwa kita spend good quality time bersama keluarga tersayang.

IMG_3188

Us sunbathing di Pantai geger, Hotel Mulia Bali

 

 

 

 

Advertisements

About shallowobsession

Yogaholic, travel junkie, beach sucker, finance professional (I need the money), wifey, Mom, pro organic & natural skincare products

2 comments

  1. Yg gak doable itu bawa nannyyyy klo rakyat jelata bukan cfo kyk mamiihhh..hahaha
    Btw bacain makanannya babycha itu kok gw jd laperr mlm2 beginiiii

  2. Hahahhahaha sialan loe Var 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

a roller coaster

Travel, yoga, and fun

The Traveling Cows

Travel, yoga, and fun

%d bloggers like this: